One-Time Pad, Cipher yang Tidak Dapat Dipecahkan (Unbreakable Cipher)
Unbreakable Cipher adalah klaim yang dibuat oleh kriptografer terhadap algoritma kriptografi yang dirancangnya
. Unbreakable Cipher merupakan jenis cipher yang tidak dapat dipecahkan
. Namun, kebanyakan algoritma yang sudah dibuat adalah breakable cipher
. Ada beberapa syarat agar suatu cipher dapat dikatakan sebagai Unbreakable Cipher, yaitu:
Kunci harus benar-benar acak Panjang kunci harus sama dengan panjang plainteks Plainteks yang sama tidak selalu menghasilkan cipherteks yang sama
One-Time Pad (OTP) adalah salah satu jenis Unbreakable Cipher
. OTP memiliki keamanan teoretis yang disebut sebagai information-theoretic security, sehingga tidak ada yang dapat memecahkan cipher tersebut selama kunci digunakan dengan benar
. Kunci pada OTP harus dihasilkan secara acak, ukuran kunci harus setidaknya sama dengan ukuran pesan, dan kunci tidak boleh digunakan lagi
. Meskipun OTP memiliki keamanan teoretis yang sangat kuat, namun penggunaannya sulit dilakukan dalam praktik karena membutuhkan kunci yang sangat panjang dan harus dihasilkan secara acak
Kelemahan OTP • Meskipun OTP menawarkan keamanan yang sempurna, tetapi ia tidak umum digunakan dalam aplikasi praktis (aplikasi komersil maupun aplikasi lainnya).
• Alasan: 1. Tidak mangkus, karena panjang kunci = panjang pesan. Makin panjang pesan, makin besar ukuran kuncinya. Butuh komputasi yang berat untuk membangkitkan milyaran karakter-karakater yang benar-benar acak.
2. Karena kunci dibangkitkan secara acak, maka ‘tidak mungkin’ pengirim dan penerima membangkitkan kunci yang sama secara bersamaan.
Contoh Penggunaan OTP
• Perang dingin antara AS dan Uni Soviet (tahun 1940):
- agen spionase Uni Soviet membawa kunci one-time pad ke AS
- pesan-pesan rahasia dienkripsi dengan OTP dan dikirim dari AS
- di Uni Soviet, kunci OTP yang sama digunakan untuk mendekripsi cipherteks
• OTP ini tidak dapat dipecahkan karena:
1. Kunci acak + plainteks yang tidak acak = cipherteks yang seluruhnya acak.
2. Hanya terdapat satu kunci yang memetakan plainteks ke cipherteks, begitu juga sebaliknya.
• Mendekripsi cipherteks dengan beberapa kunci berbeda dapat menghasilkan plainteks yang bermakna, sehingga kriptanalis kesulitan menentukan plainteks mana yang benar.
Komentar
Posting Komentar