Langsung ke konten utama

(Tugas 3) Oleh (zaidan davin arrafi) 2103015040

 Nama: zaidan davin arrafi 

Kelas / NIM : 4C/21030151040

Teknik Informatika

https://onlinelearning.uhamka.ac.id/my/


Kriptografi klasik 

Kriptorafi memiliki pengertian lain, yakni suatu ilmu tentang teknik enkripsi naskah asli (plaintext) yang diacak memanfaatkan sebuah kunci enkripsi sehingga naskah asli tersebut berubah menjadi naskah yang sulit dibaca (chipertext) oleh pihak yang tidak memiliki kunci dekripsi.

Ilmu kriptografi berkembang selaras dengan kemajuan teknologi. Menurut kronologi waktunya ilmu kriptografi dapat dibedakan menjadi dua pemahaman, yakni kriptografi klasik dan kriptografi modern. Kedua pemahaman tersebut bergantung pada penggunaan perangkat analasis dan pembuat pesan yang bersifat kriptologis.

Apa itu kriptografi klasik? Kriptografi klasik adalah kriptografi dalam pembuatannya maupun analisisnya sama sekali tidak melibatkan komputer atau perangkat mesin. Alat-alat yang digunakan berkutat pada pemanfaatan kertas, pena, batu, serta alat-alat lain yang tidak tergolong dalam perangkat mesin modern sama sekali.

Ciri khas dari kriptografi klasik ialah lebih berbasis pada karakter, baik karakter tulisan maupun karakter pesan yang disampaikan. Ciri lainnya berupa penggunaan alat-alat yang masih terbilang tradisional karena pada waktu kemunculannya belum mengenal komputer. Itulah cara kerja kriptografi klasik.

Semua alogaritma kriptografi (chipper) dari kriptografi klasik termasuk dalam sistem kriptografi yang bersistem simetris. Teknik enkripsi pada kriptografi klasik semuanya sama seperti kunci enkripsi. Maksudnya, untuk memahami sebuah teks tersembunyi dapat dilakukan secara serupa seperti saat pembuatannya.

Sejarah Kriptografi


Kriptografi menurut catatan sejarah telah eksis sejak masa kejayaan Yunani atau kurang lebih sekitar tahun 400 Sebelum Masehi. Alat yang digunakan untuk membuat pesan tersembunyi di Yunani pada waktu itu disebut Scytale. Scytale berbentuk batangan silinder dengan kombinasi 18 huruf.

Pada masa Romawi, di bawah kekuasaan Julius Caesar, penggunaan kriptografi semakin intens karena pertimbangan stabilitas negara. Meski teknik yang digunakan tak serumit Yunani, namun untuk memahami pesan kriptografi dari masa Romawi terbilang cukup sulit untuk dikerjakan.

Berdasarkan aspek historis kriptografi di atas, baik kriptografi klasik maupun modern keduanya memiliki kesamaan prinsip yang besar dan tidak dapat disangsikan lagi, yakni tujuan kriptografi adalah keamanan. Itulah layanan yang disediakan kriptografi tanpa peduli dari masa mana kriptografi dibuat.

Melalui layanan keamanan yang disediakan oleh jenis kriptografi tersebut, berbagai teks penting dapat terjaga kerahasiaannya dan keotentikannya, sehingga antar pihak yang berkorespondensi bisa saling menaruh kepercayaan. Kecuali apabila teknik pembuatan kriptografi bocor ke pihak yang tidak dikehendaki.

Algoritma Kriptografi


Kiranya perlu Anda ketahui sebagai basis pemahaman awal kriptografi, yaitu algoritma dalam keilmuan kriptografi. Algoritma sendiri memiliki pengertian sebagai langkah-langkah atau metode yang disusun secara sistematis. Bila ditempelkan pada ‘kriptografi’, maka makna dari algoritma kriptografi adalah langkah logis untuk menyembunyikan pesan.

Ada tiga fungsi dasar di dalam algoritma kriptografi, antara lain; enkripsi, dekripsi, dan kunci. Enkripsi berarti proses penyembunyian data pesan, mengubah plaintext menjadi chipertext. Sedangkan dekripsi merupakan kebalikan dari enkripsi, bertujuan untuk memahami pesan yang ada, dan kunci adalah teknik yang digunakan untuk enkripsi maupun dekripsi.

Di tataran masa kriptografi modern, kriptografi tidak harus berbentuk besar dan melewati tahapan yang sulit mengerti. Bahkan di era modern, kriptografi sudah dapat dihadirkan secara portable, seperti halnya aplikasi yang menggunakan kriptografi.

Aplikasi yang dibuat untuk kriptogrfi berarti sebuah program yang memungkinkan untuk dilakukannya enkripsi dan dekripsi pada saat melakukan proses pengamanan sebuah pesan di dalam data desktop maupun handphone.

Aplikasi ini biasanya digunakan untuk mengamankan perangkat maupun isi di dalam perangkat itu sendiri dengan melakukan penguncian yang menggunakan metode algoritma kriptografi. Praktek semacam ini sangat akrab di kriptografi modern karena sarana dan prasarana yang sudah mendukung secara penuh.

Penggunaan dari aplikasi berkriptograf ini membuat keamanan perangkat menjadi berlapis-lapis. Bagi seseorang yang berniat membuka perangkat tersebut, harus melewati beberapa rangkaian kunci yang telah disediakan untuk mengamankan perangkat.

Seseorang yang memanfaatkan kriptografi di dalam aplikasi jelas memikili tingkat privasi yang sangat tinggi. Demi kerahasiaan atas privasinya, aplikasi yang menggunakan kriptografi dipandang penting untuk digunakan. Adanya lapisan keamanan yang bertingkat akan membuat orang yang berniat buruk kehabisan kesabaran ketika membongkar.

Terdapat banyak sekali aplikasi yang menyediakan layanan kriptografi, malah dalam kenyataannya, setiap aplikasi sudah dilengkapi dengan perangkat kriptografi, contohnya adalah aplikasi WhatsApp dan Telegram. Keduanya mengamankan pengguna melalui kunci enkripsi yang cukup rumit dan ketat demi keterjagaan privasi penggunanya.

Perlu diketahui pula bahwa Qwords tidak hanya membahas mengenai informasi keamanan jaringan saja, tetapi Qwords memiliki layanan penjualan Domain, Cloud Hosting, SSL, Jasa pembuatan website, VPS, Server serta lain sebagainya.


Berikut adalah contoh kriptogram yang dihasilkan dari beberapa teknik kriptografi:

  1. Substitusi Caesar: PTTK GZ HV RZOGW BFYT (diketahui enkripsi dengan kunci shift 2) Hasil dekripsi: NRRJ ED FT PMLEU BDWR
  2. Vigenere: Pesan teks: "Ini adalah contoh pesan yang dienkripsi menggunakan Vigenere Cipher" Kunci: "KRIPTOGRAFI" Kriptogram: "HAF CAXZK CZFZZ RAAV UAL ZMZRX WVHKRPNS JYJXKVCPE VJRBCZGQONZ "
  3. Enkripsi Hill: Pesan teks: "Kriptografi" Matriks kunci: | 6 24 | | 13 16 | Kriptogram: "JGNLXBMXCY"
  4. Enkripsi RSA: Pesan teks: "Ini adalah contoh pesan yang dienkripsi menggunakan RSA" Kunci Publik: (e=17, n=3233) Kunci Privat: (d=2753, n=3233) Kriptogram: "2435 0761 1642 1148 0666 2536 2875 1148 2896 2969 1148 2649 1786 1148 1642 2536 1148 1642 1786 1148 2303 1786 1148 0666 2969 1148 0761 2875 1148 2536 1148 2842 1148 2842 2969 1148 0761 1148 0761 0761 1148 2842 1148 0761 2969 1148 2536 1148 1642 1148 1786 1148 1642 2536 1148 1642 1786 1148 0761 2969".

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kriptografi Klasik Bagian 3 /zaidan davin arrafi

  Tugas 5 : Kriptografi Klasik Bagian 3  Nama : zaidan davin arrafi Kelas : 4C NIM : 21030151040 ALGORITMA KRIPTOGRAFI KLASIK Sejalan dengan sejarah kriptografi yang panjang,  algoritma kriptografi sud ah ada jauh sebelum adanya komputer itu sendiri. Pada zaman dahulu sebelum komputer ada, enkripsi plainteks menjadi cipherteks atau sebaliknya dekripsi cipherteks menjadi plainteks dilakukan menggunakan alat tulis sederhana seperti pensil dan kertas. Enkripsi dilakukan terhadap pesan dengan beberapa cara tanpa algoritma matematika yang rumit. Saat itu, sistem yang digunakan hanya sistem simetris yaitu menggunakan satu kunci karena masa-masa itu masih jauh dari saat ditemukannya konsep asimetris dan hash. Metode enkripsi dan dekripsi yang dilakukan pada zaman kriptografi klasik umumnya dengan dua cara yaitu : Substitusi yaitu mengganti karakter huruf plainteks dengan karakter huruf lainnya dalam alpahabet menjadi huruf cipherteks. contohnya setiap huruf a dalam plaintek...

Keamanan Sistem Informasi Pada Cloud Computing/4C zaidan davin arrafi

 Keamanan Sistem Informasi Pada Cloud Computing zaidan davin arrafi/4C 2103015040 Kriptografi dan Keamanan Informasi  Cloud computing merupakan teknologi yang dapat mempermudah pekerjaan manusia dan banyak digunakan di berbagai bidang, antara lain media sosial, alat kolaborasi, dan media penyimpanan.  1 . Namun, penerapan cloud computing dalam proses bisnis yang melibatkan data dan informasi penting dapat menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan data 1 . Berikut adalah beberapa poin penting tentang keamanan informasi dalam cloud computing berdasarkan hasil pencarian: Risiko Keamanan Cloud Computing Pencurian Informasi: Ini adalah pencurian data yang disimpan di penyimpanan aplikasi yang menggunakan teknologi cloud  2 . Kurangnya Visibilitas: Dengan banyaknya orang yang menggunakan beberapa perangkat untuk mengakses sumber daya perusahaan di berbagai kontak cloud, akan sulit untuk memantau layanan mana yang digunakan dan bagaimana data berpindah melalui cloud  3...